Narkoba dan Kenakalan Remaja Ancam Balikpapan

Kota Balikpapan merupakan salah satu daerah pintu gerbang Kalimantan Timur. Moto sebagai kota Beriman menjadikannya contoh bagi daerah lainnya. Kendati demikian tidak melepaskannya dari sejumlah persoalan yang juga menimpa banyak kota-kota besar di Indonesia, seperti narkotika dan obat terlarang (Narkoba), serta permasalahan kenakalan remaja yang dinilai sudah sampai pada tahap serius.

Anggota DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi menuturkan berdasarkan data dari pihak kepolisian Kota Balikpapan jumlah kasus pengaduan terbesar adalah narkoba, kemudian disusul seperti kenakalan remaja dan lainnya. Artinya, kedua hal tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah karena apabila tidak ada program dalam menanggulanginya dikhawatirkan akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“ Ini juga menjadikan penghuni rutan kebanyakan dari kasus Narkoba. Data dari Badan Narkotika Kota Balikpapan menunjukkan bahwa jumlah pengguna Narkoba di Kota Beriman itu sudah mencapai 18.000 hingga 20.000 jiwa, atau 3,1 persen dari total penduduk. Angka yang luar biasa untuk daerah di Kaltim. Terlebih penggunanya hampir merata mulai dari pegawai, pekerja swasta, hingga pelajar yang masuk duduk dibangku sekolah,” kata Rosyidi yang membeberkan hasil resesnya.

Kondisi ini turut menyumbang total jumlah pengguna Narkoba di Kaltim yang mencapai 74.000 jiwa dengan peringkat ketiga nasional setelah Jakarta dan Riau. Oleh sebab itu harus ada pergerakan bersama yang meliputi seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba. Pasalnya selain merusak jiwa dan kesehatan juga menimbulkan banyak persoalan khususnya merusak generasi muda penerus bangsa.

Menurut Rosyidi terhadap hubungan korelasi antara peredaran narkoba dengan meningakatnya kenakalan remaja. Menurut pihak terkait ada beberapa kelompok geng pemuda dan remaja ketika sedang berkumpul melakukan aktivitas yang melanggar hukum seperti menggunakan narkoba hingga lem secara bersama-sama. “Ketika efek dari barang haram tersebut sudah bereaksi maka sifat mereka menjadi lebih mudah marah, tersinggung sehingga sering kali terjadi gesekan dengan kelompok atau orang lain,”ucap Rosyidi.

Jenis kenakalan remaja sendiri beragam mulai dari maraknya tawuran antar sekolah, hingga perkelahian antar geng. Remaja yang masih mencari jati diri sangat mudah terpengaruh oleh dunia yang kurang baik khususnya budaya barat yang hidup bebas dan lainnya. Oleh karena itu maka peran semua pihak sangat diharapkan khususnya para orang tua, dan guru dalam mengawasi dan memberikan pendidikan bagi anaknya masing-masing.

“Pihak pemerintah dan aparat kepolisian termasuk BNN sendiri sudah cukup baik dalam upaya melakukan pencegahan peredaran narkoba dan kenakalan remaja, akan tetapi memang mereka yang melakukan tidakan melawan hukum tersebut juga semakin cerdas dalam melakukan aksinya, oleh sebab itu maka perlu ada evaluasi dan koordinasi dalam melakukan kegiatan sehingga nantinya bisa mencapai hasil yang maksimal,” harap Rosyidi. #adv/bar/oke

http:// beri takaltara .com/?p=18141

 

Check Also

Panitia Pengajian Akbar Harlah NU ke-92 Bantu Korban Kebakaran

Bantuan terhadap korban kebakaran Klandasan Ulu, Balikpapan Kota terus mengalir, Kali ini datang dari Panitia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat Chat di WhatsApp